Laju pandangku
Kini mulai melambat
Sempit terbesit parit
Tanpa semak tetapi sesak
Akan kubuang tetapi mengenang
Tak kuasa bila ditahan
Esok kan datang
Entah dengan senyuman
Atau bahkan raungan
Aku tak paham
Apa semua di balik rahasia Tuhan
Bak menunggu antrean
Tetes demi tetes
Detik demi detik
Tak terasa lonceng berbunyi
Buku tertutup
Malaikat hampir menjemput
Hanya ada rasa sakit
Bagi kita yang lupa
Akan kuasa-Nya
Kita ini milik-Nya
Sungguh congkak
Bila kita membusung di atas tanah
Tanah telah bersumpah
Kini kau dapat menginjakku
Tapi nanti akan ku makan
Dalam perutku oleh cacing
Dan segala kawannya di sana
Kini mulai melambat
Sempit terbesit parit
Tanpa semak tetapi sesak
Akan kubuang tetapi mengenang
Tak kuasa bila ditahan
Esok kan datang
Entah dengan senyuman
Atau bahkan raungan
Aku tak paham
Apa semua di balik rahasia Tuhan
Bak menunggu antrean
Tetes demi tetes
Detik demi detik
Tak terasa lonceng berbunyi
Buku tertutup
Malaikat hampir menjemput
Hanya ada rasa sakit
Bagi kita yang lupa
Akan kuasa-Nya
Kita ini milik-Nya
Sungguh congkak
Bila kita membusung di atas tanah
Tanah telah bersumpah
Kini kau dapat menginjakku
Tapi nanti akan ku makan
Dalam perutku oleh cacing
Dan segala kawannya di sana
Komentar
Posting Komentar