Semua firasat dalam rongga dada Telah terusap tajam melewati harumnya kenyataan Jiwa ini tau jika rembulan tak akan menganggapku lagi Aku hanya sebagai manusia penghibur lara Sebagai obat yang punya kadaluarsa Sebagai angin yang dapat lewat kapan saja Dan dapat diabaikan semau raga Kelapangan sebuah jiwa tertatih pelan Digandeng dengan seribu tangan kawan Yang siap memberi pangkuan Menerima segala omongan Dengan kekosongan awalan Menitih sebuah tetesan kesedihan Ketika tak lagi dijadikan acuan Hanya menjadi peran bantuan Tak ada lagi jalan Tak adalagi sebuah perasaan Olehnya untuk jiwa yang sepi dan bertebaran Gaduh melanda jasa Mengingkari sumpah seorang hamba Ingin mengakhiri kata Selamat tinggal seorang jiwa Yang baru saja aku sayang dan aku kenang Semoga kita akan dipertemukan Di kala ratusan purnama telah menghilang -MZI-