Semua firasat dalam rongga dada
Telah terusap tajam melewati
harumnya kenyataan
Jiwa ini tau jika rembulan tak
akan menganggapku lagi
Aku hanya sebagai manusia
penghibur lara
Sebagai obat yang punya
kadaluarsa
Sebagai angin yang dapat lewat
kapan saja
Dan dapat diabaikan semau raga
Kelapangan sebuah jiwa tertatih
pelan
Digandeng dengan seribu tangan
kawan
Yang siap memberi pangkuan
Menerima segala omongan
Dengan kekosongan awalan
Menitih sebuah tetesan kesedihan
Ketika tak lagi dijadikan acuan
Hanya menjadi peran bantuan
Tak ada lagi jalan
Tak adalagi sebuah perasaan
Olehnya untuk jiwa yang sepi dan
bertebaran
Gaduh melanda jasa
Mengingkari sumpah seorang hamba
Ingin mengakhiri kata
Selamat tinggal seorang jiwa
Yang baru saja aku sayang dan aku
kenang
Semoga kita akan dipertemukan
Di kala ratusan purnama telah
menghilang
-MZI-
Lanjutkan zid 👌
BalasHapus