HUJAN
Pucat pekat wajahmu hari ini
Apakah besok sama
Kenistaan apa yang telah ada
Semangat berkobar...
Kini Terbang bebas menuju lembah
Hanya diam dan merenung
Menekuk dan melipat
Bersandar dan bertudung
Layaknya barang kiriman siap antar
Menatap tajam ke wajahmu
Yang pucat dan membiru
Atau bukan biru
Melainkan abu - abu..
Ya, abu - abu...
Itu dirimu...
Hal yang tabu
Saat aku memandangmu
Tetesan air dari dirimu
Tak bisa aku hentikan
Hanya dapat aku tatap
Dan rasakan
Pesona yang indah nan megah
Menciptakan sepi nan sunyi
Dalam hati yang tentram ini
Kata demi kata keluar
Tersendiri...
Hanya tulisan dan coretan..
Melodi tak tertahan
Saat aliran air menyelinap
Pada telingaku ini..
Tuhan...
Sungguh indah karyamu
Tak kuasa ku memandangnya
Walapun sangat gembira rasanya
Tak berkutik hati kecewa karena semua
Susah kemana..
-Muchammad Zidni Ilman-
Pucat pekat wajahmu hari ini
Apakah besok sama
Kenistaan apa yang telah ada
Semangat berkobar...
Kini Terbang bebas menuju lembah
Hanya diam dan merenung
Menekuk dan melipat
Bersandar dan bertudung
Layaknya barang kiriman siap antar
Menatap tajam ke wajahmu
Yang pucat dan membiru
Atau bukan biru
Melainkan abu - abu..
Ya, abu - abu...
Itu dirimu...
Hal yang tabu
Saat aku memandangmu
Tetesan air dari dirimu
Tak bisa aku hentikan
Hanya dapat aku tatap
Dan rasakan
Pesona yang indah nan megah
Menciptakan sepi nan sunyi
Dalam hati yang tentram ini
Kata demi kata keluar
Tersendiri...
Hanya tulisan dan coretan..
Melodi tak tertahan
Saat aliran air menyelinap
Pada telingaku ini..
Tuhan...
Sungguh indah karyamu
Tak kuasa ku memandangnya
Walapun sangat gembira rasanya
Tak berkutik hati kecewa karena semua
Susah kemana..
-Muchammad Zidni Ilman-
Komentar
Posting Komentar