Terik semakin menyambar
Hamparan hitam memanjang
Seperti bara yang dibiarkan berserakan
Angin menyapa seperti kilat
Tak terhitung waktumu
Semua berkelimang harta
Dengan hati tak berdaya
Memandang ke atas
Bak seribu nyawa..
Jarum terus menusuk awan
Tak pernah berbalik
Atau entah kapan terbalik
Melihat semua sadar
Akan tetesan mata penderitaan
Rintih lapar terselimuti senyum lebar
Dijunjung bulatnya bumi tak berawan
Bahkan ozon melayang
Lalat hinggap tak beradab
Tapi semua tak teranggap
Hilang musnah dan sudah
Lingkup indah telah merasuk
Ke dalam imajiner penerus bangsa
Tapi wacana demi wacana bercermin
Air minyak bersatu
Hamparan hitam memanjang
Seperti bara yang dibiarkan berserakan
Angin menyapa seperti kilat
Tak terhitung waktumu
Semua berkelimang harta
Dengan hati tak berdaya
Memandang ke atas
Bak seribu nyawa..
Jarum terus menusuk awan
Tak pernah berbalik
Atau entah kapan terbalik
Melihat semua sadar
Akan tetesan mata penderitaan
Rintih lapar terselimuti senyum lebar
Dijunjung bulatnya bumi tak berawan
Bahkan ozon melayang
Lalat hinggap tak beradab
Tapi semua tak teranggap
Hilang musnah dan sudah
Lingkup indah telah merasuk
Ke dalam imajiner penerus bangsa
Tapi wacana demi wacana bercermin
Air minyak bersatu
*tepuk tangan* weewww... ini zii yg buat kah?
BalasHapus